b:include data='blog' name='all-head-content'/> Bonsai Bandung | Indo Bonsai | Pen-Jing | Lukman Rancaekek Bonsai | Artikel Gratis!

Pages

Apa itu Bonsai ?

Bonsai adalah seni dari miniaturisasi, ini merupakan suatu nama yang diberikan kepada tanaman yang tumbuh dan dirawat dg ukuran yang lebih kecil dibanding pertumbuhan alami nya. Jepang sudah merancang teknik dari Bonsai demikian rupa sehingga mereka kini mampu menciptakan pemandangan keseluruhan dalam ukuran kecil dengan detil yang hampir tidak masuk akal. Bonsai mempunyai kesan bahwa ketika memandanginya akan menyerupai suatu pohon yang sangat besar tumbuh secara alami di tempat yang liar, dengan batang yang kokoh, cabang dan daun-daun yang kecil. Untuk memberi isyarat kepada seseoran suatu bonsai bisa merupakan suatu pohon yang mewakili suatu bentuk atau lambang pohon yang alami. (hans)


Beberapa Peralatan Bonsai :

Monday, June 11, 2012

Kecil Tapi Indah


Didalam sebuah artikel yang pernah saya baca bagaimana tips untuk para pemula apabila ingin memulai menekuni bonsai, disarankan untuk memulai  dengan  membuat bonsai  ukuran yang kecil/smal/mame kemudian secara bertahap  menuju ke ukuran besar. Hal tersebut memang memang  ada benarnya, bonsai kecil umumnya lebih mudah diperoleh bahannya daripada yang berukuran besar,  waktu tunggu (training)  juga tidak terlalu lama, karena untuk  mematangkan perantingan bonsai kecil  jelas lebih  cepat keserasiannya daripada bonsai berukurann besar.

Namun hal  diatas  jangan anda lihat hanya sesederhana seperti itu, coba anda perhatikan ilustrasi berikut ini ;
Perlu saya ingatatkan  besar  kecil  ukuran  dalam bonsai  acuannya  adalah  dari  tinggi pohon, apabila  sebuah  bakalan  bonsai   dengan  sebutan ukuran kecil, akan tetapi apabila memiliki postur batang berdiameter  besar dapat dibayangkan untuk mencapai tahap keserasian dan kematangannya adalah hampir sama dengan bonsai katagori medium atau besar, sebagai contoh pohon Azalea ini, dengan ukuran tinggi tidak melebihi 20cm sudah  jelas adalah bonsai ukuran kecil (small) kategorinya  tapi dengan sosok batang berdiameter besar  kekar melebar sebagaimana terlihat digambar, agak segan juga kita bilang itu bonsai ukuran kecil. Apa boleh buat pekemnya memang sudah seperti itu.

Akhirnya sekian lama mengamati koleksi bonsai sendiri dan temen-temen sesama hoby bonsai, ada hal yang perlu untuk disampaikan, tidak salah apabila ada yang menyatakan Kecil itu Indah, dari beberapa koleksi bonsai yang  saya miliki,  kelihatannya seperti saya malah berjalan mundur, kalau tips diatas berteori  memulai belajar  bonsai dengan bonsai  kecil menuju besar,  kita malah  mengkoleksi bonsai  ukuran besar  terus  kembali lagi mulai membuat dan mengoleksi bonsai kecil hehe,  beberapa orang boleh berpendapat bahwa bonsai berukuran kecil umumnya secara ekonomis kurang begitu bernilai,  terus terang secara pribadi saya kurang sependapat. Sebab kalau bonsai meskipun  dengan ukuran yang kecil apabila mempunyai bentuk dan penampilan bagus tetap akan mempunyai nilai.
Pendapat diatas bisa dimengerti karena sering  banyak yang kita perhatikan dibursa seandainya ada yang menawarkan bonsai kecil dengan harga diatas 5 juta orang akan berdelik matanya dan terheran-heran,  pohonnya kan kecil kenapa mahal sekali???

Salam Bonsai Sukses n Action.
== hans ==
Continue Reading...

Tuesday, February 17, 2009

Penempatan Bonsai

By Lukman :


Sehubungan ada beberapa teman saya yang selalu bertanya ditempat yang bagaimana sebaiknya bonsai ditempatkan?

Apakah harus selalu ditempatkan di alam terbuka langsung terkena sinar matahari atau bagaimana kalau ditempatkan dibawah atap polikarbonat/fiber?

Wow ini pertanyaan yang bagus dan banyak sekali yang bertanya mengenai hal ini terutama bagi pemula yang mulai senang terhadap tanaman yang unik ini.

Prinsipnya semua tanaman membutuhkan sinar matahari, ada yang membutuhkannya sehari penuh dengan kondisi langsung terkena sinar matahari dan ada pula yang tidak.

Untuk bonsai, karena semua jenis tanamannya berbatang keras maka umumnya membutuhkan sinar matahari langsung dan penuh, namun banyak pula yang dapat disimpan secara indoor.

Meski bisa disimpan dalam ruangan, bonsai harus tetap mendapat giliran dijemur secara langsung dibawah sinar matahari.

Bagaimana jika disimpan di bawah polycarbonat atau fibre ? jawabannya bisa saja namun tetap harus mendapatkan pula porsi sinar matahari langsung meski perbandingannya 1 hari dijemur dan 3 hari indoor atau dibawah polycarbonat.

Demikian penjelasan dari saya semoga anda puas dan dapat menikmati hasil karya para desainer bonsai atau anda sendiri mencoba mendesain.
Continue Reading...

Wednesday, November 12, 2008

Pengantar

Memiliki dan merawat Bonsai bukanlah hal yang sulit seperti bayangan anda, dalam perawatannya tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yang membutuhkan makanan, air dan cahaya matahari untuk bertahan hidup. Meski demikian kebanyakan Bonsai BUKAN tanaman rumah, sebab dia memang semestinya dirawat dalam kondisi ruang terbuka.


Jenis : Seribu Bintang / Serissa Foetida (lkm_rck)

Di Indonesia yang beriklim tropis, hanya memiliki dua musim, hal ini justru memudahkan kita dalam merawatnya, sejauh pohon yang kita miliki memang berasal dari daerah yang beriklim tropis juga, namun jika pohon yang kita miliki berasal dari daerah sub tropis apalagi dari daerah yang memiliki empat musim, maka perawatannya harus lebih hati-hati.

Anda sebaiknya bertanya pada ahlinya dalam hal perawatan Bonsai, minimal saat anda membelinya tanyakan bagaimana seharusnya merawat jenis tanaman yang anda beli. Sebab tidak semua jenis tanaman Bonsai yang kita beli akan dapat bertahan di tempat tinggal kita, mungkin bahasa umum yang disampaikan penjual adalah : Siramlah Bonsai minimal sekali sehari dan berilah pupuk dengan takaran secukupnya setiap bulan sekali. Memang umumnya demikian.

Menjaga kesehatan Bonsai merupakan bagian dari seni itu sendiri sebab dia merupakan “Seni yang Hidup”, jika kita tidak memiliki ekspresi seni keindahan Bonsai, mengapa kita jadikan hal ini sebagai hobi ?

Kami dalam hal ini dalam situs bonsaibandung maupun dalam situs indobonsai berniat berbagi pengetahuan, tidak berarti menjadikan anda sebagai ahli sebab kami pun bukan ahli. Kami masih belajar dan belajar dari berbagai sumber, nara sumber maupun pengalaman.

Namun kami http://bonsaibandung.blogspot.com maupun http://indobonsai.hans-mymusic.com berharap dapat membantu anda mengerti beberapa hal yang harus anda ketahui dalam menggeluti hobi kita dan kita bekerja pada “ Bonsai sebagai Seni yang Hidup”.

Bonsai

Berawal dari seni kuno China, yang kita kenal sebagai Pen-Jing, dimana ini pun masih popular hingga kini, namun yang lebih membawa pengaruh besarnya adalah hasil pengembangan dari Jepang. Pengaruh sentuhan seni Jepang berdampak pada seni budaya dari mulai Eropa, Australia, Asia Tenggara, maupun Amerika, sebab seni budaya Bonsai Jepang lebih kaya dari pada seni budaya Bonsai China yang darimana seni ini berasal.

Membentuk Bonsai adalah membentuk keindahan dan kekokohan sebuah pohon tanpa memperlihatkan bahwa ini merupakan campur tangan manusia.

Seni Bonsai merupakan satu kesatuan dari sebuah pohon dan pot dalam keharmonisan. Dia dapat terdiri dari satu atau beberapa pohon dalam satu wadah (biasa dikenal grouping). Dan jika kita menambahkan jenis lain serta batu dan ornamen lainnya biasanya dikenal dengan “Saikei” Bonsai diklasifikasikan berdasarkan gaya, dari bentuk batangnya atau jumlah batang, ada gaya formal upright, informal upright, slanting, cascade dan group planting.

Bonsai umumnya haruslah memiliki buntuk batang yang baik dan memiliki cabang serta ranting disekelilingnya untuk mendapatkan keindahan yang mendalam. Untuk mendapat bentuk yang baik, cabang pertama selalu merupakan “kekuatan”, sebab ini dapat menampilkan “umur” sebagai kesan tua dari Bonsai tersebut, meski ini bukan aturan. Ada beberapa cara/tehnik untuk menampilkan “kesan tua”. Cabang dari pohon muda dapat kita lekukkan ke bawah dengan bantuan kawat (pengawatan/wiring) untuk beberapa waktu sampai dia statis. Sampai nampak kesan tuanya. Jin dan Sharmiki keduanya merupakan tehnik menampakkan batang pohon agar memperlihatkan kesan bahwa pohon tersebut telah dapat bertahan dengan kondisi alam yang extrim. Sehingga muncullah kesan tua yang alami.

Bonsai tidak berbeda secara genetic dengan pohon sejenisnya yang hidup di alam bebas, Dia menjadi kecil karena hidup dalam wadah/pot, meski demikian dia tetap disiram dan diberi nutrisi berupa pupuk sebagai makanannya. Mahkotanya selalu dipangkas seperlunya sesuai dengan tinggi yang kita kehendaki untuk menjaga keseimbangan antara batang, cabang, ranting dan wadahnya/pot.

Seberapa sering Bonsai di repotted (ganti pot) dan seberapa sering akarnya dipangkas adalah tergantung dari umurnya, untuk Bonsai muda biasanya setahun sekali namun untuk yang sudah tua biasanya tiga atau empat tahun sekali. Hal ini biasanya dilakukan pada awal musim hujan dimana tunas baru mulai tumbuh.



Meski anda tinggal di rumah yang berhalaman sempit seperti saya, andapun tetap dapat mengkoleksinya.

Bonsai bukanlah hobi yang mahal, jika anda membuatnya sendiri yang berasal dari alam atau dari tukang jual bonsai bakalan, anda hanya tinggal merawatnya, membelikan pot, pupuk, kompos dan sedikit kawat aluminium untuk membentuknya

Saya berharap anda akan menemukan informasi yang anda butuhkan di situs ini, sebab kami akan selalu meng up-date nya, dan kami harapkan anda yang memiliki pengetahuan dibidang ini, dapat berbagi di situs ini. Terimakasih (lukman_rancaekek)

Continue Reading...

Saturday, November 1, 2008

Bonsai

Dibuat tgl 30 Okt 2008

Oleh : Lukman (Rancaekek)

Bonsai

Semakin hari semakin banyak jumlah penggemar tanaman mungil ini, namun bagi para penggemar bonsai, bonsai bukan hanya sekadar pohon mini yang ditanam dalam pot. Ada syarat lain diantaranya Bonsai harus nampak kesan tua, keseimbangan antara batang, akar, cabang dan daun serta pengaturan pertumbuhannya. Dengan demikian kata awal bon dan sai tidak selalu tepat jika diartikan secara harfiah, sebab tidak semua tanaman dalam pot dapat dikatagorikan bonsai.

Sebuah wadah yang bernama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) telah menetapkan beberapa kriteria standar untuk menilai bonsai. Batasan dimaksud adalah bahwa Bonsai merupakan suatu hasil karya seni tanaman yang bernilai tinggi dalam mengekspresikan keindahan alam. Sebuah karya seni bonsai merupakan hasil perwujudan imajinasi dari seniman bonsai berdasarkan fenomena alam. Sebagai suatu karya seni, maka keindahan karya seni bonsai sangat dipengaruhi oleh tingkat pemikiran dan wawasan sesuai dengan jiwa, cita rasa serta kepribadian seniman bonsai pembuatnya.

Bonsai adalah seni miniaturisasi, nama ini diberikan pada hampir semua tanaman berbatang keras yang tumbuh dalam wadah dan selalu dirawat serta dijaga untuk tetap mini namun tumbuh dengan cara alami. Orang Jepang telah mengembangkan bonsai dengan sungguh menakjubkan, bahkan dari mulai struktur pohon, dari akar, batang, cabang, ranting hingga daunnya dan bukan hanya itu merekapun dapat menampilkan sebuah gambaran pohon besar dan tua namun tumbuh dalam kondisi miniatur dalam pot.

Pohon apa saja yang dapat dijadikan Bonsai ?

Semua tanaman dapat dijadikan bonsai jika dapat bertahan hidup dalam bentuk yang kecil (kerdil) dalam sebuah wadah (pot), bahkan mestinya pohon kelapa pun dapat disebut bonsai jika memenuhi kriteria sederhana di atas. Ide dasarnya adalah bagaimana menampilkan sebuah pohon miniatur yang atraktif yang tumbuh dalam pot. Tanaman dapat dibentuk dengan gaya yang sesuai dan memenuhi selera pribadi masing-masing. Hal yang paling esensial dari “aturan” bonsai adalah memahami pola tumbuh tanaman, barulah kemudian memahami “aturan “ bonsai (jika memang ada standarnya). Dari penjelasan tersebut pertanyaan sederhana adalah : dapatkah pohon itu tetap hidup dalam pot yang tipis setelah di potong akarnya, batangnya dan daunnya namun tetap menampilkan sosok pohon besar yang tua ? Jika kita setuju dengan pandangan di atas, maka bonsai akan lebih bersifat universal (bukan berarti sekarang tidak bersifat universal).

Bagaimana Bonsai dipertahankan dalam bentuk mini

Bonsai adalah pohon hidup dan tumbuh yang akan selalu tumbuh membesar sampai akhirnya mati. Bagaimanapun juga untuk menciptakan bentuk sebuah bonsai adalah menimbulkan bentuk mini dan tetap mempertahankannya. Sewaktu menentukan pilihan jenis pohon untuk dibuat bonsai, tentukan pula maksimal besar dantingginya pohon itu untuk tumbuh, hal ini bertujuan untuk menimbulkan keharmonisan antara besar batang, cabang dan tingginya, jika hal ini diputuskan dengan bijak maka dalam kurun 100 atau 200 tahun kemudian pohon tersebut akan tetap tumbuh dalam bentuk seimbang dan enak dipandang karena memenuhi keharmonisan keseluruhannya. Banyak pe bonsai kurang menyadari hal ini. Sebenarnya untuk memenuhi kriteria bonsai yang baik kita harus pahami dulu filosopi dari pohon tersebut, bagaimana dia dapat hidup dengan kondisi extrim, bagaiman alam membentuknya.

Pembentukan dengan menggunakan kawat aluminium adalah bentuk sentuhan seni dari sang seniman termasuk pula pemotongan akar, batang dan ranting. Jadi perlakuan itu bukan bentuk “penyiksaan manusia atas tanaman”. Namun perlakuan itu adalah untuk menampilkan sosok yang jauh lebih baik lagi.

Pemilihan bahan bonsai

Pemilihan jenis pohon yang baik untuk dibentuk bonsai sangat menentukan bagi sang penggemar, pilihan sederhana contohnya adalah jenis beringin (ficus). Hal ini disebabkan hamper setiap orang pernah melihat pohon beringin besar di alun-alun kota, sehingga pada saat kita membentuknya menjadi bonsai, kita sudah mendapat inspirasi kuat terhadap bahan yang akan kita bentuk. (lukman_rancaekek)

Continue Reading...

Monday, October 20, 2008

Tips Tanaman Bonsai dari bonsaistar gallery

Halo para penggemar bonsai di mana saja anda berada. Semoga anda semua dalam keadaan sehat sentosa. Nama saya Suhendra, pemilik dari Bonsai Star Gallery: http://www.bonsaistar.com. Saya bergabung dengan para blogger bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tanaman bonsai. Pengalaman pribadi saya akan saya bagi menjadi per jenis tanaman bonsai, karena tiap tanaman memiliki sifat dan karakter tersendiri. Pertama disini saya hendak menceritakan pengalaman saya mengenai jenis Loa ( ficus glomerata ). Loa yang dibahas pertama adalah Loa varigata, dengan ciri-ciri daunnya belang kuning muda dan hijau (foto segera menyusul), yang kelainan dari Loa biasa yg warna daunnya hanya hijau.

Bahan bonsai Loa Varigata ini saya beli di daerah utara Bandung pada awal tahun 2004. Saya mengemudikan mobil sambil membawa karyawan saya untuk menunjukkan jalan. Setelah sampai dirumah penjual bonsai, saya lihat disana ada puluhan bonsai small dan mame. Diantaranya ada beberapa pohon telah menjadi bonsai yang bagus, sementara beberapa pohon lainnya masih bahan dan setengah jadi. Kemudian kami diajak pergi melihat ke kebunnya yang terdapat bahan-bahan bonsai yang ditanam ditanah dan dalam polybag. Ada yang berasal dari biji, setekan, cangkokan dan hasil buruan dari alam.

Dikebunnya saya lihat ada satu pohon Kaliandar Varigata yang berbunga merah tua bergerombol seperti bunga bungur, dan saya berminat untuk membelinya. Tetapi sayang bapak tersebut tidak menjualnya dengan alasan karena sedang musim kemarau, sehingga akan mati apabila digali dari tanah. Saya merasa heran karena pohon ini sudah mencapai tinggi 2 meter dan sudah banyak anaknya. Mengapa bapak ini tidak memisahkan anaknya dan menanamnya dalam pot atau polybag untuk dijual. Menurut saya pohon ini betul-betul bagus, karena memiliki daun belang kuning dan hijau yang sangat kontras ditambah dengan bunga merah tua yang menyolok, saya belum pernah menemukannya dipasaran tanaman hias. Sungguh menarik perhatian dan saya kira pasti banyak orang yang mau membelinya.

Ketika sedang berbincang-bincang, bapak ini mengatakan memiliki Loa varigata, tetapi pertumbuhannya tidak bisa subur. Mendengar hal tersebut justru menarik penasaran saya untuk mau tahu pohon Loa varigata ini. Memang saya senang sekali mengumpulkan pohon langka, lebih-lebih jenis langka yang bisa dibikin bonsai. Saya melihat kearah yg dia tunjukan pohon Loa tersebut, ditanam dalam polybag dan medianya hanya sekam padi saja, ditaruhnya ditengah-tengah pohon-pohon yang lebih tinggi dari loa ini, sehingga kemungkinan penyiramannya jadi tidak tuntas karena terhalang pohon-pohon tinggi ini. Sinar matahari pun hanya kena tidak lebih dari 1 jam, dan yang varigatanya hanya dibagian puncak pohon cuma 3 ranting saja. Sedangkan dibagian bawah pohon banyak ranting hijau yang tidak dibuang, sehingga yang varigatanya kalah oleh yang aslinya, Jadi saya kira penyebabnya tidak bisa subur adalah karena faktor di atas.

Setelah saya beli dan dibawa pulang ke rumah, saya langsung melakukan re-potting dengan memakai media sebagai berikut: 1 bg tanah yang gembur + 2 bg humus + 1 bg pasir Malang. Sebelum media campur ini dimasukkan ke dalam pot, dasar pot ditaruh potongan ram nyamuk untuk menutup lubang didasar pot. Diatas ram diberi pasir kasar ukuran -+ 2-3mm menutupi ram nyamuk, diatas pasir kasar diberi selapis pasir ukuran -+ 1mm, diatasnya lagi diberi selapis gemuk kambing yang sudah matang campuran dgn sekam padi dgn perbandingan 1:1. Terakhir setelah membuang dari pangkal batangnya semua ranting-ranting yang daunnya hijau, dan seluruh daun termasuk daun yang varigatanya, baru dicabut Loa ini dari polybag dan dikorek gumpalan tanahnya. Kemudian menggunting dan membuang akar tunjang dan akar yg sudah kebesaran, baru ditanamlah loa varigata ini dengan media campuran diatas kedalam pot yg sudah disediakan itu. Setelah beres ditanam dan disiram, taruhlah di tempat teduh. Kemudian sampai sudah keluar tunas baru, ditempatkan pada tempat yang kena sinar matahari pagi kurang lebih 2 jam saja. Setelah keluar banyak daun varigatanya, baru full dijemur, dan begitu keluar tunas daun hijau langsung dibuang.

Hasilnya setelah 6 bulan, pohon ini menjadi subur dan saya pun mulai membentuknya dgn gaya slenting. Sampai kini setelah kurang lebih 2 tahun dengan perawatan dan perhatian, 80% jadilah bonsai yang memenuhi syarat. Saya akan merawatnya sampai sempurna, dengan tujuan natinya untuk ditandingkan dipameran bonsai.

Namun pada suatu hari ada penggemar bonsai dari luar kota Bandung datang ke tempat kami untuk melihat bonsai. Dan bapak ini menjadi demikian terpesona ketika melihat bonsai Loa varigata ini, sehingga bersikeras ingin membelinya. Karena saya pun pernah mengalami kondisi seperti bapak penggemar bonsai ini, maka saya pun memahami perasaan bagaimana jika ingin memiliki barang yang kita hobi, apalagi barang itu bagus dan langka. Dengan memaksa menyodorkan uang yg menurut saya cukup wah, dan juga karena saya sudah punya anaknya yang didapat dari cangkokan dimana nantinya saya pun masih bisa membuat bonsai jenis ini lagi, akhirnya saya melepaskan juga bonsai ini (saya pun merasa bangga bonsai karya saya sendiri ada orang yg menyenanginya).

Demikianlah pengalaman saya, cara meripotting dan menanam bakalan maupun bonsai jadi, yang ternyata menjadi subur dengan media yang saya buat khusus untuk pohon Loa yg senang air ini. Semoga pengalaman saya ini bisa berguna bagi teman-teman pehobi bonsai. Terima kasih atas perhatian anda dan sampai jumpa pada blog berikutnya, dimana saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai cara menanam dan merawat pohon Black Pine (umumnya jenis pine).

Lihat tanaman yang dimaksud di http://www.bonsaistar.com/Gallery-6.htm

Continue Reading...

bonsai - Google News

Oh!Belog

 

Site Info

Blog ini kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu memberikan motivasi dan support kepada saya dan para pencinta Bonsai dimanapun anda berada. Semoga selalu sukses dengan ilmu dan akal yang cerdas yang telah diberikan oleh Allah swt serta dapat mensyukurinya atas apa yang sudah didapatkannya. Do'aku menyertai selalu agar sukses karena yakin dengan keshalehan, keikhlasan dan kesungguhan cita citamu akan tercapai. Amien

Indobonsai, Bonsai Bandung, Lukman Rancaekek Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template